UTERUS
·
Sejak trimester I, uterus akan mengalami
kontraksi tidak teratur dan tidak nyeri. Pada trimester II, kontraksi ini akan
dideteksi dengan pemeriksaan bimanual (kontraksi Braxton Hicks). Kontraksi ini
muncul tiba-tiba dan sporadik, intensitasnya bervariasi (5-25 mmHg). Kontraksi
jarang terjadi dan meningkat sekitar satu sampai dua minggu sebelum persalinan
(tiap 10- 20 menit). Hal ini erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah reseptor
oksitosin dan gap junction di antara sel-sel miometrium.
OVARIUM
·
Selama kehamilan, proses ovulasi dan pematangan
folikel baru akan terhenti. Hanya satu korpus luteum yang akan terdapat pada
ovarium dan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu
sebagai penghasil progestron selama kehamilan.
·
Korpus luteum, desidua, plasenta, dan hati akan
menyekresikan relaksin yang berfungsi dalam remodelling jaringan ikat pada
saluran reproduksi, yang akan mengakomodasi kehamilan dan kesuksesan
persalinan.
VAGINA
·
Terjadi peningkatan volume sekresi vagina dengan
warna keputihan, menebal, dan pH 3,5-6 yang merupakan hasil peningkatan
produksi asam laktat glikogen yang dihasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi
dari lactobacillius acidophilus.
KULIT
·
Kulit dinding perut berwarna kemerahan, kusam,
dan kadang mengenai daerah payudara dan paha (striae gravidarum). Pada
multipara juga ditemukan sikatrik dengan warna perak berkilau.
·
Linea alba akan menjadi hitam kecoklatan (linea
nigra) dan dapat muncul dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher
(chloasma/melasma gravidarum).
·
Pada areola dan genital terjadi hiperpigmentasi.
Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal dan
dermal.
PAYUDARA
·
Setelah bulan pertama, cairan kekuningan
(kolostrum) dapat keluar. Kolostrum berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang
mulai bersekresi.
PERUBAHAN
METABOLIK
·
Terjadi penambahan berat badan sekitar 12,5 kg yang berasal dari uterus dan
isinya, payudara, volume darah, dan cairan ekstraseluler.
·
Terjadi peningktan jumlah cairan akibat turunnya
osmolaritas dari 19 mOsm/kg yang diinduksi oelh rendahnya ambang batas haus dan
sekresi vasopresin.
·
Penambahan tekanan vena di bagian bawah uterus
mengakibatkan oklusi parsial vena kava sehingga terjadi pitting edema pada kaki
dan tungkai terutama pada akhir kehamilan.
·
Peningkatan konsentrasi lemak, lipoprotein, dan
apolipoprotein akibat penignkatan progesteron dan estrogen.
SISTEM
KADIOVASKULER
·
Pada minggu kelima, CO akan meningkat untuk
mengurangi resistensi vaskular sistemik dan peningkatan denyut jantung.
·
Antara minggu 10 dan 20 terjadi peningktan
volume plasma dan peningkatan preload
·
Peningkatan estrogen dan progesteron akan
menyebabkan vasodilatasi dan penurunan resistensi vaskular perifer.
·
Volume darah meningkat mulai minggu 6-8 dan
mencapai puncaknya pada minggu 32-34. Volume plasma meningkat 40-45% .
·
Eritropoietin akan meningkatkan jumlah sel darah
merah 20-30% dan penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15 g/dl jadi 12,5 g/dl.
·
Jumlah leukosit meningkat antara 5000-12000
permikroliter. Distribusi tipe sel juga berubah.
TRAKTUS
DIGESTIVUS
·
Terjadi penurunan motilitas otot polos dan
penurunan sekresi asam hidroklorid dan peptin di lambung sehingga akan
menimbulkan gejala pyrosis/heartburn oleh refluks asam lambung ke esofagus
bawah.
·
Mual terjadi akibat penurunan sekresi asam
hidroklorid dan penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan
motilitas usus besar.
·
Pada fungsi hati, kadar alkalin fosfatase akan
meningkat hampir dua kali lipat, sednagkan serum aspartat transamin, alani
transamin, gamma glutamiltransferase, albumin dan bilirubi akan menurun.
TRAKTUS URINARIUS
·
Pada eksresi akan dijumpai peningkatan kadar
asam amino dan vitamin larut air.
·
Sering terjadi glikosuria.
·
Peningkatan bersihan kreatinin >30%.
SISTEM
ENDOKRIN
·
Konsentrasi plasma hormon paratiroid menurun
pada trimester pertama kemudian meningkat secara progresif. Fungsi utama hormon
ini yaitu memasok kalsium yang adekuat kepada janin.
·
Hormon androstenedion, testosteron,
dioksikortikosteron, aldosteron dan kortisol akan meningkat.
Dehidroepiandrosteron akan menurun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar