Jumat, 22 Februari 2013

Kamu yang disana



Saya tak memiliki banyak hal yang kamu inginkan selama ini..
saya juga tak dapet menjanjikan semua yang kamu mau..
selama saya masih bisa bernafas,
selama jantungku masih berdetak,
saya akan tetap berusaha dapatkan apa yang kamu inginkan..
sekalipun kamu sudah pergi..

saya selalu berdoa untukmu,
kelak saat itu semua terwujud,
kamu akan kembali dalam genggamanku sambil kupeluk tubuhmu yang hangat seperti dahulu kala aku mengenalmu :)

mungkin segalanya terasa aneh,
sebab aku menyempurnakan diri ini untuk dapatkan hatimu..
aku mohon jangan sesekali permainkan apa yang aku rasakan saat ini..
aku butuhkan cinta bukan dusta yang pernah kau beri sepeninggalanmu..
taukah kamu saya kecewa melihat tingkahmu yang dulu sangat aku banggakan..
hingga hari ini namamu slalu ada,
meskipun aku tau aku ini sangatlah bodoh..
menunggu sesuatu yang tak pasti..
tapi batinku terketuk untuk bangkit tanpamu,
untuk dapat buktikan aku bisa jalani ini sendiri..
"AKU ADA BUKAN KARENA KAMU DAN HANYA KAMU..
AKU ADA DISINI UNTUK BERIKAN YANG TERBAIK BUAT DIRIKU, KAMU DAN TENTUNYA MEMBUKTIKAN BAHWA AKU BISA MELAKUKAN SEGALANYA, ADA ATAUPUN TANPA KAMU :)

Kenapa Judul Blognya Aneh ?


Hallo, salam kenal  J selamat datang di “Glimmer of CandleLight”
               Yapp kalian mungkin pertama membaca nama blog ini agak sedikit bingung, kenapa harus secercah cahaya lilin sih? Kenapa gak matahari aja?
Mungkin anda adalah orang ke sekian yang bertanya-tanya kenapa blog ini namanya agak aneh? Waah saya sudah biasa mendengar komentar seperti itu, saya juga bingung mau ganti pake nama apa?
Untuk saat ini, blog bagian dari hidup saya dimana saya bias berbagi pengalaman dan ilmu saya dengan kalian semua J

               Simple saja “Secercah cahaya lilin” adalah sebuah inspirasi  saat saya sedang belajar dengan tugas diruang tamu rumah, saat itu sudah pukul 02.40 pagi. Malam itu seketika sedang hujan lebat dan listrik pun padam, sedangkan tugas saya harus sudah siap besok pagi. Saya mencari senter atau apapun itu yang bias menerangi saya belajar, tapi sangat disayangkan lampu emergency sedang tidak ada batrai. Tidak mudah putus asa, saya tetap mencari cara untuk mendapat penerangan.
Berbekal sinar handphone saya mencari lilin disetiap lemari dan meja dikamar tamu tapi tak satupun lilin saya dapati. Sampai saat itu saya tidak sengaja melihat kearah laptop, disitu ada foto sebuah lilin kecil pemberian seseorang? (Waah siapa nih seseorangnya  ???? )

                 Memasukki kamar, saya lupa menaruhnya dmana (maklum agak pelupa). Saat melihat keatas lemari, terlihat sebuah kotak berwarna ungu disana, mengetuk batinku “iya semuanya disana”. Saya naik keatas kursi dan meraih kotak itu. Kembali ke ruang tamu, kotak yang lumayan berdebu tadi saya buka..

dan jreeng jreeng…….. !!
yaap lilin kecil itu terselip diantara kertas kertas tak beraturan disana, foto-foto dan semua kenangan itu. Lilin using itu masih utuh karna saat itu saya hanya meniupnya sekali dibulan oktober 2011 J
bukaan, itu bukan lilin ulang tahun saya..
bentuknya juga tidak special kok. Cuma lilin kecil yang menyala ditengah gelapnya malam itu.
Sementara lilin itu menyala membagi cahayanya buat saya, disitulah saya merenung.

Lilin itu tertidur sebatang kara dalam kotak usang, dingin kotak itu mengingatkan saya betapa kesendirian itu sangat menyiksa. Siapa sih manusia yang mau hidup sendiri? Gak ada kan? Kelembapan yang merasuk pada lilin itu membuatnya sedikit redup karna terlalu lama tersimpan lebih dari setahun dalam kotak itu. Yaa butuh usaha menemukannya kembali setelah lama saya lupakan(jujur) sendiri seperti saya, hampa rasanya tidak ada siapa-siapa teman berbicara? Lilin ini tetap berdiri tegak disisi kanan saya, redup namun mampu menerangi saya belajar. Ini bukan pesta, tapi disetiap cahayanya terpancar keindahannya seakan dia tersenyum tlah saya gunakan kembali sebagaimana mestinya ia diciptakan.

“Secercah cahaya lilin” dari itu semua setiap tugas saya dapat terselesaikan, melihat pancaran sinarnya membuat saya cukup tenang J dia member motivasi saya sekalipun dia tak dapat berbicara dan dari itu smua sangat banyak hal dan pembelajaran yang bisa saya petik dari kehidupan benda mati “lilin”

Selasa, 19 Februari 2013

Puisi "Alam dan Kehidupan"


Lewat lembah hijau dibawah bukit dan pegunungan
Diatas dedaunan hijau berembun menetes air ditiap ujungnya
Disetiap dinding dinding basah nan berlumut
Dan secercah mentari menerawang bersinar melewati celah kehidupan

Aku terlahir disini,
Ditempat dimana kaki ini berpijak
Dmana tiap sel tubuhku menghirup udara luas
Dan disaat kilau mentari membangunkanku saatku terlelap

Menapaki tiap langkah kakiku
Diatas tanah coklat dan kerikil kecil terhampar luas
Tanah yang terbalut oleh selimut tebal rerumputan
Seakan ikut mewarnai dunia

Udara berhembus membelai rambutku
Tak dapat aku lihat, tak dapat aku genggam
Saat udara dalam atmosfer memasuki tiap kantung udara dalam paru-paruku
 Saat itu pula aku bernafas berlanjutlah kehidupanku

Betapa keheningan menyatu dalam kicauan  burung burung kecil
Terasa mengajakku memijak lebih jauh dalam duniaku
Semakin hening hening dan hening
Terdengar gemericik air mengalir menerpa batu disungai
Berarak mengikuti  arus yang membawanya kelautan luas

Kala ku menatap langit biru
Dimana kudapati segenggam sang surya kilau keemasan
Terbuai gumpalan awan putih luas dan bercorak
Seakan membuat lemah tubuhku agar dapat menikmati segala keindahannya lebih lama

Tuhan mengajarkanku
Betapa aku harus slalu bersyukur pada kehidupan ini
Pada setiap alam yang slalu membawakan keheningan ini
Serta pada segala sesuatu yang Ia ciptakan untuk kami rawat dan pergunakan

Tuhan mengajarkanku
Betapa Alam slalu menawarkan sejuta keceriaan baru menghapus setiap pilu
Mengajarkan aku betapa luar biasanya hidup ini
Memberiku pelajaran berarti karna alam tak pernah berjanji
Butuh satu keberanian dan kepercayaan untuk itu
Hari ini, esok dan kemudian hari
Aku slalu bersyukur padamu tuhan tlah memberiku satu keajaiban yaitu kehidupan.


Sabtu, 16 Februari 2013

Coretan "Tuhan, aku dan Cinta"


Tuhan, ambillah nyawaku jika kau butuhkan itu untuk menghidupkan seorang insan yang berguna, tak seperti aku yang saat ini telah hilang arah.

Tuhan… engkaulah yang Maha Tau lagi Maha mendengar.. aku kini terkapar lemah dengan segala beban yang aku pikul, namun engkaulah pelita harapan selagi kedua tangan masih bisa meminta dalam doa.

Tuhan… engkau pun mengerti jerit perih luka hati ini, saat ku dengar namanya aku merintih memohon padaMU agar ia kembali disisiku.

Aku sungguh lemah tanpanya, sejenak aku dihantui penyesalan yang membuatku gundah.. kini hari berganti hari, tubuhku mulai lemah tak berdaya.

Tak ada lagi semangat hidupku sperti saat bersamanya. Tuhan aku meminta sekali saja kesempatan untuk dapat mencintainya, aku lumpuh ketika ingin berjalan mencari makna..

begitu luas kenangan indah yang aku telah ukir bersamanya, belajar menerima dan mencintainya apa adanya. Saling melengkapi kekurangan dan slalu berbagi ceria maupun duka.

Beginilah kisah hidup kami, mungkin ia takkan tau bagaimana aku saat ini, sosoknya yang dahulu lembut seperti sutra kini dingin sebeku es.

Aku tak mampu mencairkannya, ia telah berubah menjadi sosok cermin yang salah. Ia bukan seperti orang yang aku kenal dahulu.

Aku hanya mampu berusaha dan percaya Allah akan mendengar doaku. Allah, maafkan aku yang telah jauh melangkah.

Aku sangat membutuhkan sosoknya yang dahulu, sosok mentari yang menyinari langkah-langkahku. Allah, kembalikan Ia kepelukkanku aku rindu hari-hariku yang terhias indah.

Aku butuh ia yang setiap saat memperingatkanku ketika aku salah langkah, perhatian serta kasih sayangnya.. aku ingin ia kembali tuhan.. kembalikan ia tuhaann… tak ada satupun kebahagiaanku sempurna bila tanpanya, tuhan aku mohon bukalah hatinya, rasuki jiwanya.. ingatkan ia tentaangku, tuhan aku mengemis dihadapanmu, tolong kabulkan doaku,, dialah pelita hatiku saat dunia terasa jauh,, yaa Allah cabutlah bebannya ambillah bahagiaku untuk kau bagi dengannyaa.. aku sudah PASRAH 

Puisi "Bertahan tanpa Kepastian"


Ketika hati telah memilih dimana ia berlabuh..
Walau sejuta rintangan menghadang
Tetap ia berusaha tunjukkan bahwa ia mampu hadapi semua itu..
Demi tiba ke tempat mana ia tuju
Demi sebuah hati yang ADA, namun TAK PASTI..
Mencoba mungkin sebuah hal yang Mulia
Namun berani mencoba, berani pula Terjatuh dan Tersakiti

CINTA memang indah…
Tapi cukup aku yang rasakan segala rasa dan keindahan itu
Tak mesti kamu tau seberapa jauh aku melangkah
Dan tak mesti tau seberapa dalam aku terjatuh
Cukup dalam hati ini..
Dan ku dapati engkau dalam bahagiaku
Meskipun terkadang hati merasa pilu..
Aku akan tetap bertahan disisi gelap hatimu
Tak tau pasti, kapan kau datang menjemput..
Hingga esok tak datang dikemudian hari
Aku tetap bersabar menanti..
Walau ku tau semua tak pernah PASTI
Namun pastikan hatiku masih dapat mencintaimu
Hingga tuhan yang hentikan rasa itu..
Aku menunggu . . .

Jumat, 15 Februari 2013

Puisi "Malamku"


kini aku berdiri tegak dibawah keheningan malam..
dimana angin membelai lembut tiap helai rambutku..
seakan menarikku untuk memikirkanmu,
dan aku pun tersenyum

entah dimana kini ragamu berada
tak pernah terlintas bayanganmu sperti apa
hanya nampak sekilas lewat tutur kata halus serta rayuanmu
mencoba menerka lewat gelapnya malam
terhiaskan penuh bintangnamamu slalu terlukis diantaranya,
senyummu slalu terhias ditiap cahaya sang rembulan..

angin, hantarkan padanya nada kerinduan..
bisikkan padanya saat ini aku memandangnya dibalik kegelapan langit malam..
malam ini begitu indah, seakan kau tersenyum menjawab segala inginku :)

angin berhembus seakan aku tak sendiri saat ini
yaa.. sekalipun kamu hilang entah kemanaa
ku yakin saat ini kita berdua sedang menikmati indahnya malam, 
karna kamu yang mengajariku, tak selamanya gelap itu menyeramkan,
dibalik awan kegelapan itu smuanya memiliki makna dan
keindahannya tersendiri yang sebelumnya tak pernah aku sadari
kau makna terindah dalam kesederhanaan :)

Puisi "bertahan sendiri"


aku hanya segenggam pasir pantai putih tak beraturan
segenap lautan tak padamkan keindahan
bertaburan dan kelam, menempel pada tiap karang untuk lebih tegar
terkikis menipis dalam kebiruan laut dalam
namun aku tak kan pernah terdiam.

berusaha ku menahan pilu saat mendengar kabarnya yang akan pergi.
mengubah ion yang dahulunya berdekatan menjadi partikel lebih kecil dalam medan yang berbeda.
merasakan setiap desir kelembapan dinding basah serta tanah hujan.
mengarungi samudra luas untuk sampai di ke gerbang akhir

menerawang disetiap celah kehidupan
dimana cakrawala membentang dengan sangat luas
dengan hamparan petualangan hidup  barumu
yang akan segera menghantarkanmu menuju masa depan

entah dari mana energi itu datang menghampiriku
merasuk hingga ke sel sel serta jaringan tubuhku
membuatku enggan beranjak dan berusaha mendalami arti yang tersirat
di detik detik terakhir perjumpaan
batin ini merapuh, aku tak mampu sendiri menepi
menepikan kisah kisah lalu saat bersama berbagi canda serta lara
namun khayalku utuh, tak dapatku berpaling dari memori lalu
hanya mampu tuk jalani dan membiarkan dia pergii..
pergi untuk kembali..

aku berdiri tegak, mengangkat daguku setinggi mungkin
bertahan pada ranting rapuh disetiap sisi pijakkan kaki ini
rerumputan hijau hantarkan sejuta kesejukkan dalam relung jiwa
berdesir luas angin lewati dimensi kegelapan
membangkitkan aura jiwa yang kesepian

dewasa kini aku bertahan
setelah sekian lama mengartikan dan mencoba tuk pahami
kini kau kembali berujar satu janji suci setelah lama sirna
kembali untuk menangkan hati yang masih gundah
namun aku takkan pernah diam..
sekalipun bibir ini membisu
hanya satu yang aku pastikan
izinkan aku merelakanmu
melewatkanmu dan melukai hati ini
agar aku dapat tumbuh lebih anggun menghadapi kehidupan setelah perjumpaan maupun perpisahan